Glokalisasi Perkuat Integrasi Nasional

Yogyakarta-RoL– Kekuatan glokalisasi atau melokalkan globalisasi yang berarti tidak sekedar menerjemahkan setiap hal yang masuk namun menciptakan sendiri sesuai dengan budaya setempat, mampu memperkuat integrasi nasional. “Indonesia memiliki kemampuan...

Kebangkitan Indonesia masih dibuat

“Indonesia masih dalam proses menjadi,” kata seorang rektor univesitas nasional terkemuka di Jakarta bulan lalu. Ratusan mahasiswa dari pelbagai kampus di Jakarta dan sekitarnya duduk tepukau menyaksikan orasi dan bahasa tubuh beliau yang begitu baik,...

Antara “Ayat-Ayat Cinta”, Ahmadiyah dan Pancasila

Sukses fenomenal baik film maupun buku Ayat-Ayat Cinta (AAC) merupakan cerminan kondisi dan kecenderungan masyarakat kita.  Yang menarik ialah AAC telah mampu mencairkan “perbedaan”   pengkondisian dan kecenderungan tersebut pada keluasan sesuatu yang tak...

Pembunuhan biadab di dunia “beradab”

Hal ini membuat frustasi dan prihatin melihat bagaimana kita, yang disebut warga negara “beradab” di dunia “beradab”, masih bisa bertindak dengan cara paling biadab. Pembunuhan  Madi dari Selena — sebuah dusun terpencil di Palu, Sulawesi...

Sikap Indonesia atas “Fitna” Wilder

Kita merasa lega mendengar pernyataan yang disampaikan oleh Presiden kita berkait film Geert Wilder Fitna, yang menurut beliau berpotensi mengacaukan keselarasan dalam masyarakat (The Jakarta Post, 1 April 2008). Bagus sekali, Bapak Presiden — kami  memberikan...

Indonesia, Tibet dan rahasia dari ‘terima kasih’

Pertemuan saya dengan Yang Mulia Dalai Lama terjadi pada tahun 1996. Bersama seorang anggota DPR dan dua orang teman lainnya, kami cukup beruntung untuk mendapatkan audiensi dengan Beliau. Ketika saya berkata bahwa kita semua berasal dari Indonesia, Beliau segera...

Emansipasi Menghina Kaum Perempuan

Karena, dalam banyak hal perempuan lebih hebat daripada laki-laki. Emansipasi, justru, merendahkan martabat dan membuatnya setara dengan laki-laki. Emansipasi menjadikan “Laki-laki” sebagai tolok ukur. Ini satu kata yang kotor, karena ini tidak...

Kebebasan Beragama: Pekerjaan Rumah yang Tertunda

Puluhan tahun silam, Presiden pertama kita, Soekarno, menertawai penjual makanan dan minuman India yang secara provokatif menempelkan identitas keagamaan di plang pintu masuk, “Kedai Teh Hindu” atau “Restoran Muslim”. Tapi itu dulu, tahun...

Kekecewaan Terhadap India

Membaca buku Pemenang Nobel V.S Naipaul tentang India,  terkesan penulisnya merasa kecewa terhadap India. Ia bicara betapa tinggi kebudayaan India di masa silam, sekaligus menyebutnya sebagai peradaban yang terluka. Memang Naipaul bukan satu-satunya orang yang kecewa....