Warning: Module 'gd' already loaded in Unknown on line 0
[phpBB Debug] PHP Notice: in file /includes/session.php on line 885: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /common.php:177)
[phpBB Debug] PHP Notice: in file /includes/session.php on line 885: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /common.php:177)
[phpBB Debug] PHP Notice: in file /includes/session.php on line 885: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /common.php:177)
[phpBB Debug] PHP Notice: in file /includes/functions.php on line 3391: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /common.php:177)
[phpBB Debug] PHP Notice: in file /includes/functions.php on line 3393: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /common.php:177)
[phpBB Debug] PHP Notice: in file /includes/functions.php on line 3394: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /common.php:177)
[phpBB Debug] PHP Notice: in file /includes/functions.php on line 3395: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /common.php:177)
Anand Ashram Online • View topic - Tanggapan2 Bpk. Anand Krishna ttg Insiden Monas 1 Juni 2008

Tanggapan2 Bpk. Anand Krishna ttg Insiden Monas 1 Juni 2008

NIM (National Integration Movement) atau Gerakan Integrasi Nasional digagas oleh Bapak Anand Krishna. Sebagai bentuk respon atas adanya ancaman terhadap integrasi bangsa, terutama yang disebabkan karena pertikaian atas nama agama dan etnis, di berbagai wilayah Indonesia. NIM lahir dari meditasi kita bersama, buah dari perluasan kesadaran. NIM bukan merupakan sarana untuk duduk di bangku kekuasaan. NIM bekerjasama dengan siapa saja untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai berdasarkan apa yang telah dibangun oleh para founding fathers kita. Forum ini untuk mendiskusikan berbagai hal seperti ide, aktivitas dan kegiatan NIM.

Tanggapan2 Bpk. Anand Krishna ttg Insiden Monas 1 Juni 2008

Postby Moderator on Tue Jun 03, 2008 11:51 pm

Berikut ini adalah permohonan saya kedua lewat buku tamu di PBNU on line. Yang pertama, beberapa hari yang lalu, tidak dimuat. Semoga, yang kedua ini dimuat:

Bapak yang saya hormati, NU adalah KEKUATAN DAN ASET BANGSA. Terpecahnya NU akan menjadi tragedi bagi seluruh bangsa ini.

Sebab itu, kami mohon dengan amat sangat supaya Bapak bertindak bijak sesuai dengan akhlak Bapak yang memang sangat bijak, untuk menanggapi kasus monas pada tanggal 1 Juni yang lalu.

Mereka yang menjadi korban, anak-anak saya, beragama Hindu, Katolik, kristen, Buddhis, Konghucu, adalah warga negara Indonesia.

Kekerasan TIDAK DILAKUKAN OLEH AKKBB, yang melakukan adalah FPI, LASKAR-LASKAR YANG DIKOMANDANI OLEH MUNARMAN.

Dalam keadaan seperti ini, TOLONG BAPAK MENAHAN DIRI DAN TIDAK MENYALAHKAN AKKBB yang telah bertindak sesuai dengan komitmen mereka pada Non Violence.

FPI DAN LASKAR-LASKAR SERTA MUNARMAN ADALAH MUSUH BANGSA. TIDAK ADA PENDAPAT LAIN DALAM HAL INI.

MOHON DEMI NUSA, BANGSA DAN KEUTUHAN NU SENDIRI - BAPAK PERPIHAK PADA KEADILAN DAN KEBENARAN.

TERIMA KASIH


Pesan ini sudah masuk dalam Buku Tamu on line:


Salut kepada POLISI yang telah bertindak cepat dalam kasus kerusuhan 1 Juni, yang jelas dilakukan oleh FPI, Munarman dan laskar-laskar yang berada di bawahnya.

Sekarang Polisi harus menyelesaikan kasus ini sampai ke akar-akarnya, provokator seperti USTAD DI SOLO ITU, dan orang-orang lain bisa saja pejabat, wakil rakyat, orang partai - siapapun yang membela para penjahat itu harus di-expose. Karena, rakyat sudah jenuh dan marah besar terhadap mereka.

Jangan lupa, para penjahat seperti amrozi dll juga berada dalam kelompok yang sama.

Silakan diusut ke belakang, mereka semua pernah berhubungan dengan orang yang mengaku sebagai ustad di solo itu.

Para pengacara yang membela penjahat atas nama Islam juga mesti ditindak. mereka tidak berhak melakukan hal itu.

Silakan membela tanpa mengatasnamakan agama.

Juga perlu diusut selama ini siapa yang mendanai mereka, apakah ada petro dollar yang ikut mendanai.

Sekali lagi, Bravo Pak Polisi - keep up with this speed. WE ARE PROUD OF YOU!


Anggota FPKS: Daripada Dibubarkan, Lebih Baik Bina FPI

"Bina ormas-ormas Islam agar lebih beradab, santun dan berpikir logis. Saya melihat Depag yang paling bertanggung jawab terutama Bimas Islam," kata anggota komisi agama DPR asal PKS ini.

Jakarta - Desakan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) dinilai makin merunyamkan suasana. Daripada membubarkan, pemerintah sebaiknya membina ormas tersebut.

"Jangan sampai kebijakan yang nanti dikeluarkan pemerintah akan memanas-manasi suasana," kata anggota DPR DH Al Yusni dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (3/6/2008).

Yusni mengatakan, kekerasan yang dilakukan FPI di Monas, Minggu 1 Juni, adalah bukti kegagalan pemerintah membina ormas-ormas. Departemen Agama (Depag), kata Yusni, adalah pihak yang paling bertanggung jawab.

"Bina ormas-ormas Islam agar lebih beradab, santun dan berpikir logis. Saya melihat Depag yang paling bertanggung jawab terutama Bimas Islam," kata anggota komisi agama DPR asal PKS ini.

Yusni pun lantas mempertanyakan anggaran APBN 2008 Ditjen Bimas Islam yang berjumlah lebih dari Rp 145 miliar. "Saya belum melihat peran Bimas Islam dalam memberikan bimbingan agama atas rakyat, padahal anggarannya cukup besar," ujarnya. ( ken / asy )

Komentar Bapak Anand Krishna tentang artikel tersebut

Setuju dengan pendapat Sdr. Yusni. Selama ini DEPAG memang lemah dlm hal mengurusi elemen-elemen radikal yang melakukan aksi kekerasan dan tindakan kejahatan atas nama agama.

Saatnya mereka dibina, tidak bisa lagi oleh Depag - waktunya sudah lewat. SEKARANG INI ADALAH URUSAN POLISI.

Seluruh Bangsa Indonesia telah dihujat oleh FPI, Munarman dan kelompok2, laskar2 mereka. Saya mendukung upaya2 PKS yang hendak mengedepankan citra Islam yang sopan dan santun. Tidak keras/tdk memaksa.

Melihat banyaknya komentar2 yang masuk dari mereka yang setuju dengan kekerasan dan selalu menghujat - saya khawatir PKS bisa sewaktu-waktu disusupi oleh elemen2 radikal.

Untuk itu, saya berharap para pemimpin PKS lebih berhati-hati, dan senantiasa menjaga citra PKS sebagai Partai Dakwah yang Beradab, Sopan dan Indonesiawi.

PKS sudah berkomitmen untuk mendegar jeritan rakyat, SAYA MENGARTIKANNYA sebagai seluruh rakyat Indonesia, bukan umat salah satu agama saja. Saya menghargai hal itu.
Moderator
Site Admin
 
Posts: 137
Joined: Fri Jul 14, 2006 3:40 pm
Location: Jakarta

Surat Bapak Anand Krishna kepada Ketua MUI

Postby Moderator on Wed Jun 04, 2008 12:21 am

SURAT BAPAK ANAND KRISHNA KEPADA KETUA MUI

SUBJECT: MOHON PERHATIAN BAPAK AMIDHAN

Salam Indonesia,

Kejadian kemarin di monas, dimana Sdr Munarman langsung memasang badan dan berusaha untuk membela mereka yang telah melukai anak bangsa yang berada disana untuk mendukung Pancasila sebagai dasar Negara, MENUNTUT ADANYA KECAMAN KERAS DARI BAPAK SELAKU KETUA MUI.

Mereka jelas-jelas menggunakan atribut agama Islam untuk melakukan kekerasan. Bagaimana pendirian Bapak?

Teman-teman kita yang luka beragama Hindu, Buddhis, Kristen, Katolik dan tentunya mayoritas Muslim. Mereka bukan kelompok ahmadiyah.

Bagaimana Bapak masih saja dapat mengatakan bahwa aliansi telah melakukan provokasi? Atas dasar apa?

Apakah saat itu Bapak berada disana? Memperoleh informasi dari siapa?

KAMI BERADA DISANA DAN TELAH MELIHAT KEJAHATAN YANG DIULAKUKAN OLEH ORANG2 ATAS NAMA ISLAM, DAN YANG SELAMA INI BAIK SECARA IMPLISIT MAUPUN EKSPLISIT DIBELA OLEH KELOMPOK2 YANG BAPAK KENALI DENGAN BAIK.

Mohon ketegasan Bapak.

Bila Bapak tidak segera MENGUTUK TINDAKAN BIADAB INI DAN TIDAK MENYATAKAN ELEMEN ELEMEN ITU SEBAGAI ANTI ISLAM - kelak sejarah pun akan menilai tindakan Bapak.

Seorang anggota dari keluarga besar MUI merobek jilbabnya sambil berteriak histeris, "Bila ini Islam, saya lebih baik menjadi kafir".... Dia pun bukan amadiyah. Siapa yang bertanggung jawab?

Bapak, saya sangat mengharapkan kearifan dan kebijaksanaan Bapak.

INI BUKAN URUSAN INTERNAL MUSLIM. INI ADALAH URUSAN BANGSA DAN NEGARA INDONESIA.

BAPAK PUN BUKANLAH SEORANG ULAMA SAJA, TETAPI SEORANG ULAMA INDONESIA.

MAJELIS YANG BAPAK KETUAI BUKANLAH MAJELIS ULAMA WAHABI ATAU SAUDI, ATAU PAKISTAN, TETAPI ULAMA INDONESIA.

SELAMATKANLAH INDONESIA INI BAGI ANAK CUCU BAPAK SENDIRI... KITA SEMUA ORANG INDONESIA.

Semoga jeritan saya ini terdengar oleh Bapak.. Gusti Allah sudah pasti mendengarnya... demikian pula jeritan mereka yang dianiaya kemarin.

INI ADALAH MAIL SAYA YANG KEDUA KEPADA BAPAK. SAYA BERDOA DAN BERHARAP BESOK PAGI ADA PERNYATAAN YANG MENYEJUKKAN DARI BAPAK.

SEMOGA BAPAK DAPAT MENJENGUK MEREKA YANG LUKA DAN MASIH BERBARING DI RUMAH ATAU DI RS.

SALAM INDONESIA,
anand krishna
Moderator
Site Admin
 
Posts: 137
Joined: Fri Jul 14, 2006 3:40 pm
Location: Jakarta

Kepada Bapak Menteri dan Para Dirjen di Depag

Postby Moderator on Wed Jun 04, 2008 12:22 am

SURAT BAPAK ANAND KRISHNA KEPADA BAPAK MENTERI DAN PARA DIRJEN DI DEPAG

SUBJECT: KEBRUTALAN FPI, MUNARMAN DAN PARA PENDUKUNGNYA

Bapak2 yang saya muliakan,

Salam Indonesia….. Kejadian kemarin di monas, dimana Sdr Munarman langsung memasang badan dan berusaha untuk membela mereka yang telah melukai anak bangsa yang berada disana untuk mendukung Pancasila sebagai dasar Negara, MENUNTUT ADANYA KECAMAN KERAS DARI BAPAK MENTERI DAN PARA DIRJEN AGAMA2 YANG BERNAUNG DIBAWAH BAPAK.

Mereka jelas-jelas menggunakan atribut agama Islam untuk melakukan kekerasan. Bagaimana pendirian Bapak?

Teman-teman kita yang luka beragama Hindu, Buddhis, Kristen, Katolik dan tentunya mayoritas Muslim. Mereka bukan kelompok ahmadiyah.

Apakah masih ada alasan bagi Bapak untuk mengatakan bahwa ini urusan internal Islam?

KAMI BERADA DISANA DAN TELAH MELIHAT KEJAHATAN YANG DILAKUKAN OLEH ORANG2 ATAS NAMA ISLAM, DAN YANG SELAMA INI BAIK SECARA IMPLISIT MAUPUN EKSPLISIT DIBELA OLEH KELOMPOK2 YANG BAPAK KENALI DENGAN BAIK.

Mohon ketegasan Bapak.

Bila Bapak tidak segera MENGUTUK TINDAKAN BIADAB INI DAN TIDAK MENYATAKAN ELEMEN ELEMEN ITU SEBAGAI ANTI ISLAM – kelak sejarah pun akan menilai tindakan Bapak.

Seorang anggota dari keluarga besar MUI merobek jilbabnya sambil berteriak histeris, “Bila ini Islam, saya lebih baik menjadi kafir”…….. Dia pun bukan amadiyah. Siapa yang bertanggung jawab?

Bapak, saya sangat mengharapkan kearifan dan kebijaksanaan Bapak.

Sekali lagi - INI BUKAN URUSAN INTERNAL MUSLIM INI ADALAH URUSAN BANGSA DAN NEGARA INDONESIA.

BAPAK PUN BUKANLAH SEORANG MENTERI ISLAM SAJA, TETAPI SEORANG MENTERI REPUBLIK INDONESIA. DEPARTEMEN YANG BAPAK KETUAI BUKANLAH DEPARTEMEN AGAMA WAHABI, SAUDI ATAU PAKISTAN, TETAPI DEPARTEMEN AGAMA RI.

SELAMATKANLAH INDONESIA INI BAGI ANAK CUCU BAPAK SENDIRI….. KITA SEMUA ORANG INDONESIA.

Semoga jeritan saya ini terdengar oleh Bapak…. Gusti Allah sudah pasti mendengarnya….. demikian pula jeritan mereka yang dianiaya kemarin.

INI ADALAH SURAT SAYA YANG KEDUA KEPADA BAPAK.

YANG PERTAMA TELAH SAYA SAMPAIKAN SECARA PRIBADI LEWAT DIRJEN BIMAS ISLAM YANG SAYA MULIAKAN, BAPAK PROF. NASARUDDIN UMAR.

SAYA BERDOA DAN BERHARAP BESOK PAGI ADA PENNYATAAN YANG MENYEJUKKAN DARI BAPAK.SEMOGA BAPAK DAPAT MENJENGUK MEREKA YANG LUKA DAN MASIH BERBARING DI RUMAH ATAU DI RS.

SALAM INDONESIA,
anand krishna

UNTUK BAPAK NASARUDDIN UMAR, DIANTARA MEREKA YANG LUKA SERIUS ADALAH YUDANEGARA DAN ISTERINYA SUKMAWATI, YANG BAPK KENAL BAIK. SEORANG TEMAN LAIN HINGGA DETIK INI PUN MASIH DI RS KARENA GEGER OTAK. SEKIAN DAN SALAM
Moderator
Site Admin
 
Posts: 137
Joined: Fri Jul 14, 2006 3:40 pm
Location: Jakarta

Kepada Para Sahabat

Postby Moderator on Wed Jun 04, 2008 12:23 am

SURAT BAPAK ANAND KRISHNA KEPADA PARA SAHABAT

Beloved,

Keadaan saya saat ini seperti seorang ibu yang telah merelakan anak-anaknya untuk maju ke medan perang. Mereka telah kembali dengan badan mereka berlumuran darah. Sang ibu menangis, hatinya pecah berkeping, namun jiwanya bangga. Karena, air susu dia yang mengalir sebagai darah dalam tubuh anak-anaknya tidak sia-sia.

Darah yang keluar dari badanmu adalah darahku. Pukulan yang kena kalian telah mengenai diriku.

Serahkan rasa sakitmu kepadaku, raihlah kesehatan dan penyembuhan dariku. Jenderalku, komandanku, prajuritku, aku bangga memilikimu. Aku bangga atas segala pengorbananmu bagi Ibu Pertiwi, Nusa, dan Bangsa. Nama-namamu telah terukir diatas dadaku. Sejarah akan mengenangmu sepanjang masa.

Love n blessings,
ibumu, gurumu, temanmu... a.k.

Catatan: Pernyataan2 yang masih juga dilontarkan oleh FPI, rekaman foto para sahabat mereka, semuanya menunjukkan bahwa di belakang mereka memang ada kekuatan lain. Kekuatan yang tidak peduli pada hukum negara, melecehkan insititusi kepolisian dan lembaga kepresidenan. Kekuatan ini kekuatan siapa dan apa? Siapa yang berada di belakang mereka? Nama-nama orang kita yang biasa muncul adalah nama para pemasang dada. Di balik mereka masih ada kekuatan lain.

Dan, kekuatan lain itu juga yang selama ini menyebabkan kekacauan lewat institusi2 lainnya.
Moderator
Site Admin
 
Posts: 137
Joined: Fri Jul 14, 2006 3:40 pm
Location: Jakarta

Terimakasih kepada Kepolisian RI

Postby Moderator on Wed Jun 04, 2008 10:30 am

ISIAN DI BUKU TAMU KAPOLRI OLEH ANAND KRISHNA - TERIMA KASIH KEPADA KEPOLISIAN RI:

ATAS NAMA Pribadi dan Teman-teman yang telah mengalami luka-luka, jahitan, geger otak dan sebagainya saat insiden 1 Juni - saya mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian RI atas ketegasannya menangkap para tersangka untuk diperiksa.

Pada saat yang sama, prkenankan saya mengingatkan juga akan kelicikan orang-orang yang sedang dihadapi:

1. Dalam 24 jam saja, Habib Riziek dan Munarman telah merubah statement mereka. Tadinya Habib tidak mau satu pun anggotanya tertangkap, hingga titik darah penghabisan katanya. Sekarang ia minta kepada laskarnya untuk menyerahkan diri tanpa perlawanan. Begitu pula dengan Munarman yang begitu menantang hukum negara, sekarang tiba-tiba menghilang. MEREKA JELAS SEDANG MENYUSUN SATRATEGI BERSAMA PARA PEMBELA MEREKA YANG MASIH JUGA TANPA RASA MALU MENGATASNAMAKAN AGAMA. PADAHAL KORBAN YANG JATUH PUN BERAGAMA SAMA, DAN MESTINYA JUSTRU PARA KORBAN YANG DIBELA.

2. Kami dan teman2 diseluruh Indonesia bahkan di LN sepenuhnya mendukunguntuk upaya POLRI untuk menyelesaikan tugas ini hingga tuntas. Siapa yang membela mereka, mendanai mereka, berada di belakang layar. Organisasi2 dan laskar2 mana saja yang menurut pengakuan Munarman sendiri dikomandaninya.

3. Saat insiden di Monas, bukan saja FPI yang hadir, tetapi laskar2 lain juga, barangkali ada partai politik dan LSM lain yang terlibat. APA HUBUNGAN MEREKA DENGAN MUNARMAN?

4. APAKAH LSM2 DAN ORGANISASI2 YANG TIDAK MENERIMA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA - AKAN DIBIARKAN MERONGRONG KITA TERUS MENERUS?

5. Apa hubungan FPI dan Laskar2 lain itu dengan para penjahat yang telah membunuh banyak orang dalam insiden bom bali? Apa pula hubungan mereka dengan mereka yang mengaku sebagai ustad tetapi selalu meprovokasi?

SEKALI LAGI ATAS NAMA RAKYAT DAN BANGSA INDONESIA, KAMI SEPENUHNYA MENDUKUNG POLRI, SUPAYA MEREKA YANG TERTANGKAP TIDAK BEBAS BERKELIARAN LAGI.

PARA PEMIMPIN MEREKA MESTI DITANGKAP, DIJATUHI HUKUMAN DAN DIEKSEKUSI HUKUMANNYA.

KASUS BOM BALI DI DEPAN MATA.

PARA PENJAHAT MASIH BELUM DIJATUHI HUKUMAN MATI. KAMI SANGAT MENYAYANGKAN HAL INI.

INI MERUPAKAN PENGHINAAN TERHADAP JERIH PAYAH POLISI YANG TELAH BERKORBAN DAN BERSUSAH-PAYAH UNTUK MENANGKAP MEREKA, KEMUDIAN MEREKA MALAH MASIH BISA NIKAH DI DALAM PENJARA.

Kepolisian RI - Maju terus, dan BERJAYALAH Selalu. Rakyat dan Bangsa Indonesia mendukungmu.....
Moderator
Site Admin
 
Posts: 137
Joined: Fri Jul 14, 2006 3:40 pm
Location: Jakarta

Teman2, khususnya para pengurus organisasi NIM

Postby Moderator on Fri Jun 06, 2008 12:07 am

Teman2, khususnya para pengurus organisasi,

Penangkapan laskar tadi pagi bisa menjadi sebuah lelucon, jika POLRI tidak di dukung oleh masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas.

1. Teman2 kita dimina untuk mengenali para pelau. MUSTAHIL, mereka menutup wajah mereka dan memukul dari belakang.
2. FPI, Laskar2 dan para pembela mereka tetap menyalahkan AKKBB, sekalipun Ketua MUI, malah ada yang mengatakan bahwa rekaman 1-2 menit di teve yang ditayang ulang berkali-kali itu sekedar rekayasa.
3. Bila orang2 yang ditangkap dibebaskan, kemudian Habib Riziek dan Munarman tidak ditangkap - maka mereka bisa menjadi arogan seperti Basyir - dan berulah kembali seperti biasa.
4. Kita mesti mendesak Pemerintah dalam hal ini Polri untuk melakukan penyelidikan lewat rekaman2 Teve yang ada di mana-mana, dan foto-foto yang sempat diambil oleh wartawan.

FPI dan laskar-laskar ini MESTI DISERET KE PENGADILAN DAN DIJATUHI HUKUMAN SEBERAT-BERATNYA - mereka tidak boleh dibiarkan membubarkan diri seenaknya saja tanpa dijatuhi hukuman.

AKKBB dituduh menerima dana asing.

YANG JELAS NIM TIDAK DIDANAI SIAPA-SIAPA - kita 100% swadaya dan mandiri...... Perjuangan ini akan kita lanjutkan hingga ADHARMA, KEBATILAN SIRNA dan tidak merongrong bangsa ini, negara ini.

Perjuangan mesti juga dilanjutkan untuk memastikan bahwa HTI dan organisasi2 lain yang tengah merongrong dasar negara, konstitusi negara - dimintai pertanggunganjawabnya juga. Mereka jelas memiliki hubungan dengan munarman. Kemudian, HTI juga pernah menyerukan pengangkatan seseorang sebagai Khalifah. Orang itu siapa, asosiasinya dengan partai mana?

Ada apa, sehingga kaukus yang dibentuk oleh PDIP dan PKB di DPR hanya diikuti oleh seorang anggota saja dari Golkar. Dan, tidak ada satu pun anggota DPR dari partai-partai berlandaskan agama yang ikut menandatanganinya. Jelas, bahwa mereka masih memiliki soft corner terhadap para penjahat itu.

Anak-anak kita telah menjadi korban. Darah mereka menuntut keadilan...... Tanpa kekerasan, dengan penuh kasih, namun perjuangan ini tidak boleh berhenti di tengah jalan. Kita mengambil jalur hukum..... Patience and perseverence are needed..... Denga penuh kesabaran kita melanjutkan perjuangan ini.

Negara ini bukanlah negara ana dan antuk, negara ini bukanlah negara loe dan gue - negara ini negaraku dan negaramu, dan aku dan kamu adalah KITA.....

INDONESIA JAYA, Salama Perjuangan - a.k.
Moderator
Site Admin
 
Posts: 137
Joined: Fri Jul 14, 2006 3:40 pm
Location: Jakarta

Mengetuk Nurani Bali Terhadap Aksi FPI

Postby Moderator on Fri Jun 06, 2008 12:11 am

Anand Krishna*
Radar Bali, Rabu 4 Juni 2008

Pada tanggal 1 Juni yang lalu, beberapa putra-putri Bali, antara lain yang saya kenal secara pribadi adalah Oming, Sukmawati, Yudanegara dan beberapa lainnya - ikut mendukung Aksi damai yang digelar oleh Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKKBB) di Lapangan Monas, Jakarta.

Apa yang terjadi di Lapangan Nasional itu, telah menjadi berita nasional. Berita Hitam dalam sejarah era reformasi saat ini.

Ratusan massa dari FPI dan Laskar-Laskar, yang sebagaimana diakui oleh ahli hukum Munarman berada di bawah komandonya - menghajar mereka dan 70-an lainnya, karena dituduh mendukung Ahmadiyah.

Mereka bukanlah warga Ahmadiyah. Bahkan mereka bukanlah pemeluk agama Islam. Tetapi bagi FPI dan rekan-rekannya yang selalu mengafirkan semua orang yang berada di luar Islam "versi" mereka - itu tidak menjadi soal. Asal pukul, asal menghantam, asal menciderai.

Keberadaan mereka pun bukanlah untuk mendukung Ahmadiyah, tetapi untuk mendukung Pancasila sebagai dasar negara. Namun, barangkali itu pun tidak menjadi pertimbangan bagi Munarman dan rekan-rekannya, karena mereka mendukung ideologi khilafat dan tengah memperjuangkannya untuk menjadi dasar negara.

Oming mengalami geger otak, dan mesti dirawat di rumah sakit. Yudanegara mengalami perdarahan dan pembengkakan internal, yang mesti dirawat juga. Sukmawati robek bibirnya. Masih ada Katolik Bernard dan Protestan Joehannes yang kepalanya mesti dijahit hingga 9 jahitan. Dan, ada Buddhis Rudi Hartono, serta tentunya Muslim Haji Marhaento, Didit, Nino dan lain-lain, yang semuanya luka2 serius. Banyak diantaranya mesti dirawat dan menjalani CT Scan. Saya hanya menyebut nama-nama mereka yang saya kenal secara pribadi dan telah melihat keadaan mereka.

Para jurbir pelaku masih bisa berteriak-teriak, "Aliansi membawa senjata api." Bila itu benar, maka sudah mampuslah mereka semua, karena saat ini emosi teman-teman aliansi sudah memuncak. Dan, dalam keadaan itu, dengan senjata api di tangan, orang bisa menjadi kalap. TIDAK ADA YANG MEMBAWA SENJATA API.

Ya, ada justru gambar-gambar yang menunjukkan pentolan mereka mencekik sesama warga Indonesia, sambil berteriak histeris sebagaimana terungkap dari kesaksian mereka yang menjadi korban.

Putra-Putri Bali yang terbaik telah menumpahkan darah mereka bagi Ibu pertiwi, bagi Nusa dan Bangsa. Sekarang, bagaimana sikap Bunda Bali, sikap anggota DPRD, Masyarakat Bali (entah mereka Hindu, Muslim, Katolik, Protestan, Sikh, Buddhis, Konghucu - apa saja), dan Pemda Bali.

Putra-Putri Bali yang berada di baris terdepan saat itu hendak menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Tetapi, oleh gerombolan penjahat yang tidak suka kelembutan musik itu, alat-alat mereka dirusak, termasuk sound-system sewaan. Kerugian materi hingga lebih dari 100 juta. Kerugian non-materi, tak terhitung. Belum lagi biaya pengobatan. Namun, dengan gagah-berani, putra-putri Bali dan warga Indonesia yang masih waras itu menanggung sendiri seluruh biaya dan kerugian tersebut.

Saya ingin mengetuk Nurani Warga Bali.

Peran apa yang dapat dimainkan oleh kita sebagai warga Bali.

Hingga saat saya menulis ini, partai-partai berbasis agama belum mengutuk kejadian tersebut. Banyak lembaga keagamaan pun masih membisu. Ada apa di balik semuanya itu?

Kenapa anggota DPR tidak minta kepada pemerintah untuk segera menyeret para pelaku, pentolan organisasi dan komandan mereka ke pengadilan. Kenapa mereka tidak minta supaya organisasi-organisasi yang menjunjung tinggi nilai kekerasan itu dibubarkan?

Bahkan, para pentolan, komando dan petinggi organisasi-organisasi itu masih mampu berteriak-teriak, melecehkan hukum negara dan institusi kepresidenan.

Lagi-lagi, hati yang gundah ini bertanya, ada apa di balik semuanya itu? Apakah mereka yang masih membisu ini punya hubungan khusus dengan mereka? Apakah mereka menggunakan preman-preman itu untuk kampanye politik mereka? Apakah ada orang kuat di belakang para penjahat tersebut?

Bali, demi darah Bali yang telah tertumpah, demi Ibu Pertiwi yang tengah merintih, demi keutuhan negara dan Bangsa - bertanyalah kepada mereka yang saat ini masih membisu - ada apa dengan kalian?

Salah satu partai politik berbasis agama telah menyembunyikan visi dan misi mereka di balik penampilan baru situs web mereka - barangkali malu. Saya mengapresiasi rasa malu mereka. Memang mesti malu. Karena, mereka tidak berhasil mendakwahi FPI, Munarman, dan laskar-laskar lain yang berada di bawah kepemimpinannya supaya berakhlak Islami, tidak ber-KTP Islam saja.

Kekerasan inikah Islam?

Tidak.... Gus Dur, Syafei Maarif, Syafei Anwar, Musdah Mulia, Komaruddin Hidayat, Nasaruddin Umar, Cak Nun, Zainun Kamal, Goenawan Muhammad, Djohan Effendi, Dawam Rahardjo, dan lain-lain - merekalah wakil Islam yang sejati.

Muhammadiyah dan NU yang sopan - inilah Islam. Wahai para ketua kedua organisasi Islam terbesar - segeralah mengutuk para perusak nama Islam. Bila tidak, mereka akan merusak Muhammadiyah dan NU.

Bali, sekali lagi - janganlah membiarkan darah Bali tertumpah sia-sia. Bangkitlah untuk mendukung putra-putri Bali yang telah menjadi korban demi Landasan Negara, demi Konstitusi Negara, demi Keutuhan Bangsa, demi Ibu Pertiwi..... Mereka menderita, terluka dan dipukuli - tetapi tidak membalas kekerasan dengan kekerasan.

Bersuaralah, "Kami percaya pada Ahimsa. Kami telah membuktikan hal itu dengan bersikap sopan saat di bom oleh gerombolan pengecut dan penjahat seperti Amrozi, Samudra, dan lain-lain. Namun, kami juga tidak akan membiarkan sesama warga Indonesia dipukuli oleh gerombolan orang yang biadab dan tidak percaya pada nilai-nilai kemanusiaan."

Nusantara, belajarlah kewarasan dari Bali.....

Jangan menjawab kejahatan dan kekerasan dengan kekerasan. Namun demikian, dengan cara damai dan tanpa kekerasan, bangsa ini sudah saatnya memastikan bahwa Tubuh Nusantara segera dan secepatnya bebas dari elemen-elemen radikal yang telah menjadi virus itu. Bebas dari orang-orang yang merongrong dasar negara. Bebas dari partai-partai politik yang hanya ingin berkuasa dengan cara apa-pun jua, dan belum cukup bersemangat untuk melindungi hak-hak sipil warga negara.
Moderator
Site Admin
 
Posts: 137
Joined: Fri Jul 14, 2006 3:40 pm
Location: Jakarta

6 Juni 2008 - Pesan Untuk POLRI

Postby Moderator on Sat Jun 07, 2008 1:20 am

POLRI mohon segera menangkap pula,

1. Para pemimpin ormas-ormas yang melecehkan dasar negara, anti pancasila, dan memberi gelar mujahidin kepada PARA PENJAHAT SEPERTI AMROZI DLL. Selama masih ada para pemimpin diantar mereka yang menyebarkan kebencian, dan mencetak amrozi2 baru - NEGARA INI TIDAK AKAN PERNAH AMAN.

2. Partai politik dan pemimpin mereka yang membela para penjahat TANPA MEMIKIRKAN SENTIMEN MASYAREAKAT yang dianiaya.

3.Partai politik yang saat ini sedang menebar pesona kepada para petinggi POLKRI dengan memberi janji akan dijagokan sebagai calon ini dan calon itu - mohon tidak diindahkan. Mereka hanya akan menyusahkan bangsa dan negara ini.

Teman-teman, TOLONG MEMBACA BERITA TTG KETUA MUI RIDWAN YANG MEWAJIBKAN UMAT ISLAM MEMBELA MUI. TOLONG DIKONFIRMASIKAN JUGA MENTERI KOPERASI MENJENGUK HABIB. BILA BENAR, TOLONG MEMBOMBARDIR SBY, POLRI, DEPDAGRI, DEPAG, POLHUKAN – DAN MELAPORKAN PARA PENJAHAT2 ITU YANG MEMBELA PARA PENJAHAT.

Satyagraha ADALAH NAMA BOCAH YANG IKUT DIANIAYA TGL 1 YANG LALU. NAMA INI JUGA ADALAH NAMA YANG DIGUNAKAN OLEH MAHTAMA GANDHI UNTUK MENGHADAPI INGGERI. KITA PUN SAMA – SATYAGRAHA – DEMI KEBENARAN PERJUANGAN.
Moderator
Site Admin
 
Posts: 137
Joined: Fri Jul 14, 2006 3:40 pm
Location: Jakarta

Peristiwa Pancasila TERLUKA 1 Juni

Postby Moderator on Sat Jun 07, 2008 11:09 pm

Jakarta 7 Juni 2008

Kejahatan yang dilakukan oleh FPI dan Laskar-Laskar islam lainnya di Monas telah disaksikan oleh para FOUNDING FATHERS BANGSA INI. Rekan-rekan mereka, para pembela dan pendukung mereka, partai-partai politik yang secara terbuka menyatakan sependapat dengan mereka, majelis yang secara eksplisit pula menyatakan mereka benar - TELAH MENDUKUNG KEKERASAN YANG MEREKA LAKUKAN.

Dan, kekerasan itu pula yang akhirnya akan menelan mereka semua.

Mereka adalah para pendukung paham dan ideologi yang dijunjung tinggi oleh Taliban, Wahabi dll.

Saatnya kita bersatu - dan menghadapi mereka dengan cara yang compassionate, full of Love.....

Perjuangan kita, aktifivitas kita berlandaskan Ahimsa, Non-Violence.

Dada kita disini, persis di depanmu, bila masih tersisa kekuatan di lenganmu, serangilah kami.....

Kau dapat mematahkan tulang-tulangku, dapat mengegerkan otakku, dapat membunuh ragaku - tetapi jiwaku akan tetap berhadapan denganmu, akan tetap menyapamu dengan kasih

Kasihan, kau hanya mengucapkan Al Rahman, Al Rahim, tetapi tidak memahami maknanya.

Kugugah juga hati teman-temanku, saudaraku yang mengaku sebagai pengikut Kristus, para pemimpin gereja, wihara, pura - dimakah nuranimu? Ketika bangsa ini sedang menderita, kau tidak mengulurkan tanganmu? Adakah tersisa kasih Buddha dan krishna di dalam dirimu? Adkah kau memahami ajaran kristus?

Love - a.k.
Moderator
Site Admin
 
Posts: 137
Joined: Fri Jul 14, 2006 3:40 pm
Location: Jakarta


Return to National Integration Movement

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest

cron

Fatal error: Not able to open ./cache/data_global.php in /home/sloki/user/t12983/sites/anandkrishna.org/www/phpBB3/includes/acm/acm_file.php on line 106